Kimi Antonelli harus puas kehilangan posisi puncak dalam balapan dramatis di Sepang setelah kecerdikan Max Verstappen memanfaatkan restart safety car pada lintasan licin. Pembalap muda Italia tersebut mengakui dirinya sangat terganggu dengan cara sang juara bertahan merebut pimpinan lomba, meski di sisi lain ia memetik pelajaran berharga dari duel krusial tersebut.
Memulai balapan dengan agresif, Antonelli sempat melesat memimpin di lap pembuka selepas lampu padam. Namun, dinamika balapan berubah drastis ketika kondisi trek menuntut para kandidat juara beralih menggunakan ban slicks di atas permukaan aspal yang masih tricky. Di sinilah pengalaman berbicara, di mana Verstappen membaca celah traksi dengan sempurna pada dua tikungan awal selepas safety car masuk.
"Hari ini adalah contoh yang sangat bagus tentang bagaimana Max menangani restart dengan ban slicks dan trek yang licin," ujar Antonelli kepada awak media. "Dia tahu betul bagaimana memposisikan mobil dan memilikifeeling traksi yang lebih baik di dua tikungan pertama itu untuk menyalip saya. Jujur, itu tidak menyenangkan dan saya sangat kesal karenanya, tetapi ini cara yang bagus untuk belajar."

Finis di posisi kedua tetap memberikan keuntungan masif bagi sang pemimpin klasemen dalam perburuan gelar dunia. Tambahan 18 poin semakin mengokohkan posisinya di puncak, terutama setelah rival terdekatnya, George Russell, terpaksa memarkirkan mobil lebih cepat akibat masalah unit daya di fase akhir balapan.
Berdiri di atas podium bersama dua ikon balap modern, Verstappen dan Lewis Hamilton, memberikan kebanggaan tersendiri bagi sang pembalap muda. Ia menyerap setiap detik berdampingan dengan para penguasa sejarah Formula 1 tersebut untuk mempertajam mentalitas kompetitifnya di sisa musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!