Pemimpin klasemen Formula 1, Kimi Antonelli, harus menghadapi kenyataan pahit setelah hanya mampu mengamankan posisi ketujuh dalam sesi kualifikasi sprint untuk Grand Prix Singapura. Pembalap muda asal Italia berusia 20 tahun ini mengakui bahwa ia merasa kesulitan dengan paket upgrade terbaru pada mobil W17 di Sirkuit Marina Bay, membuat akhir pekan kali ini menjadi ujian berat di tengah dominasi awal musim yang ia tunjukkan.
Meskipun memegang keunggulan 86 poin yang cukup nyaman atas rekan setimnya, George Russell, performa Antonelli dalam beberapa balapan terakhir menunjukkan tanda-tanda hambatan. Setelah akhir pekan sebelumnya di Sepang di mana ia harus puas finis di posisi kedua di belakang rival utamanya, Max Verstappen yang meraih pole dan kemenangan, Mercedes berharap paket pengembangan baru di Singapura bisa mendongkrak performa. Namun, kenyataan di atas lintasan justru berbicara lain bagi sang pemimpin kejuaraan.
Dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) dan kualifikasi sprint pada hari Jumat, Antonelli konsisten berada di posisi ketujuh. Ia tertinggal 0,573 detik dari Russell—yang kembali menggunakan spesifikasi lantai lama untuk keperluan perbandingan data—serta terpaut 0,693 detik dari Verstappen yang mengamankan posisi terdepan. Kesenjangan waktu yang cukup jauh ini memperlihatkan betapa sulitnya menemukan kecepatan optimal dari komponen baru tersebut.

Mengomentari hasil tersebut kepada F1 TV, Antonelli secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap karakter mobil yang sulit dijinakkan. Sudah sejak sesi FP1 ia merasakan ketidakpastian di balik kemudi yang membuatnya kesulitan merangkai satu putaran penuh yang bersih. Mobil terasa sangat tidak dapat diprediksi, dan ini tentu menjadi pukulan telak mengingat ekspektasi tinggi yang ia bawa menuju akhir pekan di Singapura.
"Sudah di FP1 saya kesulitan. Masih banyak yang harus dipahami tentang paket ini. Mobil ini benar-benar sangat sulit, sangat tidak dapat diprediksi dan sangat sulit untuk merangkai satu putaran," keluh Antonelli. "Jadi ya, ini sangat disayangkan karena saya datang dengan harapan tinggi, namun sejauh ini situasinya sangat sulit."
Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan bos tim Toto Wolff usai sesi latihan bebas, yang mengakui bahwa mobil dengan spesifikasi baru tersebut tampaknya sedikit lebih rumit untuk dikemudikan. Dengan Red Verstappen yang kembali menunjukkan kecepatan luar biasa, ditambah ancaman kuat dari McLaren dan Ferrari, Antonelli menyadari bahwa sisa akhir pekan di Marina Bay ini tidak akan berjalan mudah kecuali ada terobosan teknis signifikan yang ditemukan oleh para insinyur.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!