SPONSORED

Kesalahan Strategi GP Singapura 2026: Kritik Pedas Martin Brundle untuk Keputusan Kontroversial Lewis Hamilton di Ferrari

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Kesalahan Strategi GP Singapura 2026: Kritik Pedas Martin Brundle untuk Keputusan Kontroversial Lewis Hamilton di Ferrari
TO NEWS OVERVIEW
Lewis Hamilton© XPB

Insiden menegangkan terjadi ketika fase Virtual Safety Car diberlakukan pada balapan malam hari di GP Singapura. Ferrari mengambil langkah strategis yang sangat tepat dengan memanggil kedua pembalapnya masuk ke jalur pit demi mendapatkan set ban segar. Keputusan taktis dari kubu Maranello tersebut didasari oleh pemikiran yang logis untuk memberikan tekanan maksimal kepada pimpinan balapan Max Verstappen, sekaligus mengamankan posisi podium kedua dan ketiga secara meyakinkan di Marina Bay Street Circuit.

Namun, dinamika di atas lintasan berubah drastis ketika Lewis Hamilton justru memilih mengambil jalurnya sendiri. Sang juara dunia tujuh kali asal Inggris tersebut secara terbuka mengabaikan instruksi krusial yang diberikan oleh pit wall Scuderia Ferrari dan memilih untuk tetap berada di atas aspal sirkuit. Keputusan mandiri ini langsung memicu petaka ketika kompon ban mobilnya mengalami degradasi parah menjelang akhir balapan, membuatnya menjadi sasaran empuk bagi para rival di belakangnya.

Akibat keputusan yang tidak sejalan dengan garasi tersebut, mobil Ferrari yang dikendarainya kehilangan grip secara drastis dan harus rela disusul oleh Andrea Kimi Antonelli, Lando Norris, hingga Oscar Piastri. Laju balapan yang compang-camping itu memaksa sang bintang anyar Tim Kuda Jingkrak harus puas finis di posisi keenam. Selepas merampungkan balapan malam yang melelahkan di Singapura, pemenang banyak grand prix ini langsung mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh anggota tim.

Looking Back at 1993 African GP: When Formula 1 Last Raced in Africa
Read AlsoLooking Back at 1993 African GP: When Formula 1 Last Raced in Africa

Kendati telah menunjukkan gestur sportif dengan meminta maaf, kritik tajam tetap menghujani langkah egois sang pembalap senior. Mantan pebalap Formula 1 yang kini menjadi pengamat senior, Martin Brundle, melontarkan analisis pedas terkait kegagalan komunikasi taktis tersebut. Menurut Brundle, Hamilton sempat kesulitan sepanjang balapan setelah memulai lomba menggunakan ban medium baru, yang kemudian dilanjutkan dengan masuk pit lebih awal pada lap ke-18 untuk mengganti ban lunak dalam skema dua kali berhenti.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, analis senior tersebut menyoroti keanehan keputusan sang pebalap yang menolak masuk pit saat periode Virtual Safety Car diaktifkan menyusul insiden mobil Aston Martin milik Lance Stroll. Berkeras menjalani strategi satu kali henti yang memaksanya melibas 44 lap dengan satu set ban usang terbukti menjadi bumerang telak. Martin Brundle menegaskan bahwa mengendalikan mobil Formula 1 modern yang sangat kompleks sambil mencoba mengatur strategi balapan langsung dari balik kemudi adalah sebuah hal yang hampir mustahil dilakukan secara efektif.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU