Insiden memalukan kembali menimpa ajang Formula 1 akhir pekan ini setelah kendala teknis dan perangkat lunak kembali menghantam jalannya sesi di Sirkuit Marina Bay. Sesi kualifikasi Sprint Grand Prix Singapura sempat diwarnai oleh drama masalah sistem, hanya berselang sepekan setelah kekacauan serupa terjadi di seri sebelumnya. Masalah ini sontak memicu protes dari sejumlah garasi tim yang merasa dirugikan oleh inkonsistensi operasional di lintasan.
Ketegangan memuncak pada fase SQ1 ketika sejumlah mobil mendadak melaporkan kekurangan tenaga mesin. Kendala tersebut bermula ketika Overtake Mode diaktifkan pada pukul 20:52:08 waktu setempat, yang seharusnya memberikan tambahan energi sebesar 0,5mJ kepada para pembalap dari unit daya hibrida 50/50. Namun, mode menyalip tersebut justru dinonaktifkan 28 detik kemudian, tepat setelah bendera finis berkibar menandai berakhirnya sesi SQ1.
Situasi pelik ini membuat sejumlah tim melayangkan keluhan keras karena disparitas tenaga tersebut berpotensi mengubah hasil akhir. Berdasarkan sumber internal, pembalap Lance Stroll sejatinya diproyeksikan mampu melaju ke fase berikutnya, namun justru tersingkir lebih awal di SQ1 akibat kekacauan durasi tenaga tersebut. Di sisi lain, persaingan di papan atas tetap berjalan sengit di mana Max Verstappen sukses merebut pole position Sprint, meski ia harus menghadapi investigasi terpisah selepas sesi.

Pihak Federasi Automobil Internasional (FIA) bergerak cepat mengatasi kekacauan monitor pewaktu sebelum akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi kepada media. Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, otoritas tertinggi balap tersebut secara terbuka mengakui bahwa insiden itu murni disebabkan oleh kesalahan manusia di dalam Control Room. Kesalahan prosedural tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kendala sistem pewaktuan yang sempat dikeluhkan sebelumnya.
Dalam keterangan resmi yang dirilis kepada media, pihak FIA menjelaskan kronologi insiden tersebut secara transparan. "Selama periode pertama Kualifikasi Sprint, terjadi kesalahan manusia di Pengendalian Lomba yang tidak berkaitan dengan masalah pewaktuan yang juga ditemui di SQ1," tulis pernyataan resmi tersebut, sebagaimana dilansir dari Motorsport Week. Masalah ini membuat Overtake Mode sempat tidak tersedia setelah periode bendera merah, sebelum akhirnya diaktifkan selama 27 detik dan dimatikan kembali, yang diakui berdampak langsung pada performa mobil di trek.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!