Teka-teki di balik keputusan kontroversial Ferrari yang nekat memulai balapan di Sepang menggunakan ban kering atau slick akhirnya tersingkap. Pertaruhan besar yang dilakukan oleh skuad asal Maranello ini melibatkan dua pembalap utama mereka, yakni Lewis Hamilton dan Charles Leclerc. Keputusan tersebut langsung membuat jalannya balapan menjadi sangat berat sejak lampu start padam, menempatkan kedua pembalap dalam posisi tertinggal jauh di barisan belakang akibat kesalahan strategi pemilihan kompon ban yang tidak sesuai dengan kondisi lintasan yang sebenarnya basah.
Team Principal Frederic Vasseur sempat memberikan pembelaan usai balapan dengan menyatakan bahwa separuh dari grid mobil memilih ban slick. Ia berargumen bahwa kebenaran atas keputusan tersebut baru akan terbukti pada lap pertama, dan pada titik itu sudah terlambat jika harus masuk ke jalur pit. Vasseur menegaskan bahwa dinding pit hanya memiliki informasi terbatas yang mengalir langsung dari permukaan lintasan menuju ke garasi tim selama fase persiapan grid yang genting.
Namun, analisis mendalam terhadap komunikasi radio antara pembalap dan teknisi mengungkap sebuah cerita di balik layar yang krusial. Keputusan krusial untuk menggunakan ban slick tersebut ternyata diambil setelah pihak tim memantau rekaman kamera onboard dari mobil Safety Car yang mengelilingi sirkuit saat menunggu di jalur pit sebelum putaran formasi. Berdasarkan transkrip radio, percakapan memperlihatkan keraguan awal dari sang juara dunia asal Inggris yang menyadari bahwa rival terdekat mereka mengambil jalur berbeda.

Lewis Hamilton sempat bertanya melalui radio, Mercedes menggunakan ban intermediate, namun garasi membalas dengan keyakinan visual dari rekaman pengawas. Kotak tim Ferrari menjawab bahwa mereka melihat jalur yang kering dari onboard Safety Car dan meyakinkan bahwa sang pembalap akan melihatnya sendiri saat memasuki lintasan. Ketika Hamilton menanyakan apakah rekan setimnya memakai spesifikasi karet yang sama, pihak tim mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut seragam untuk kedua mobil.
Petunjuk visual dari kamera pengawas tersebut terbukti sangat menyesatkan, sebuah fakta yang kemudian diperkuat oleh komentar dari Max Verstappen saat berbincang santai di ruang tunggu podium bersama Hamilton. Pembalap asal Belanda tersebut mengakui bahwa secara kasat mata permukaan lintasan memang terlihat tidak terlalu basah, tetapi kenyataannya masih menyimpan genangan air yang sangat banyak di atas aspal Sepang. Kedua pembalap Ferrari langsung menyadari kekalahan cengkeraman ban tersebut begitu mereka meninggalkan area pit lane menuju grid.
Selama putaran formasi atau formation lap, baik Hamilton maupun Leclerc langsung melaporkan situasi lintasan yang sangat berbahaya kepada teknisi masing-masing. Hamilton menegaskan lewat radio bahwa kondisi sirkuit tidak akan mengering setidaknya dalam sepuluh lap ke depan. Sementara itu, Leclerc bertanya kepada tim apakah mereka harus masuk ke pit untuk mengganti ban intermediate karena lintasan saat ini sangat basah dan ia kesulitan menjaga kecepatan mobil.
Meskipun kedua pembalap telah memberikan peringatan dini yang sangat jelas sebelum balapan dimulai, dinding pit tetap pada pendirian awal mereka. Ferrari memilih untuk mengabaikan sinyal bahaya tersebut dan tetap memerintahkan kedua pembalapnya untuk mengambil posisi start di garis grid awal dengan ban slick yang tidak memiliki traksi memadai. Keputusan ini pada akhirnya merusak peluang kompetitif mereka di GP Malaysia sejak tikungan pertama.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!