Ketegangan melanda paddock Formula 1 di sirkuit Marina Bay menyusul insiden teknis yang merugikan sejumlah kontestan dalam sesi kualifikasi sprint Grand Prix Singapura. Sebuah kesalahan kendali balap membuat mobil-mobil kehilangan tambahan daya listrik yang krusial, memicu kemarahan kolektif di antara para petinggi tim yang merasa dirugikan oleh prosedur yang cacat.
Sesi SQ1 sempat dihentikan melalui bendera merah akibat serpihan sayap depan mobil yang dikemudikan oleh Sergio Perez. Namun, ketika sesi dilanjutkan, kelalaian manusia di ruang kontrol balap membuat mode menyalip yang seharusnya aktif selama kualifikasi gagal diaktifkan kembali, menyebabkan para pembalap mendapati mobil mereka kekurangan tenaga secara signifikan.
Menyadari kekeliruan tersebut, ofisial sempat mengaktifkannya kembali selama 27 detik sebelum mematikannya lagi. Situasi ini menciptakan ketimpangan besar karena sebagian pembalap telah mencatatkan waktu terbaik mereka di awal SQ1 dengan tenaga penuh, sementara pembalap lain yang turun di paruh kedua sesi gagal memperbaiki catatan waktu atau tersingkir dari batas 16 besar.

Dampak terburuk dirasakan oleh sejumlah nama seperti Lance Stroll serta dua pembalap dari skuad Williams yang harus tersingkir lebih awal di SQ1. Pihak Williams sempat mengajukan permintaan agar seluruh 22 mobil diizinkan melaju ke SQ2 demi menciptakan kondisi yang adil, namun para steward menolaknya karena keraguan terkait regulasi yang berlaku.
Dilansir dari Motorsport.com, Direktur Kursi Tunggal FIA Nikolas Tombazis langsung menemui tim-tim serta pembalap yang terdampak untuk meredakan situasi. Meski Williams dan Racing Bulls memilih untuk tidak melayangkan protes resmi, Fernando Alonso bersama skuad Aston Martin masih mempertimbangkan langkah hukum lanjutan demi menuntut keadilan starting grid.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!