Pilu menyelimuti garasi Mercedes ketika George Russell harus merelakan potensi podium yang sudah di depan mata akibat masalah teknis yang mendera mobilnya. Memulai balapan dari posisi ketujuh di grid, pembalap asal Inggris tersebut tampil impresif dengan langsung melompat ke posisi kedua berkat penggunaan ban intermediate sebelum akhirnya posisinya harus direbut oleh Max Verstappen dan rekan setimnya sendiri, Kimi Antonelli.
Pertarungan ketat di barisan depan memperlihatkan ketahanan mental sang pembalap yang mampu bertahan di posisi ketiga hingga fase akhir balapan. Sayangnya, dewi fortuna benar-benar menjauh ketika mobil Mercedes miliknya tiba-tiba kehilangan tenaga di belakang Safety Car, memaksa dirinya memarkir kendaraan di ujung jalur pit saat balapan hanya menyisakan beberapa putaran saja. Insiden memilukan ini mencatatkan pengunduran diri ketiga kalinya bagi George Russell sepanjang musim ini dan mengubah skenario perolehan poin yang krusial dalam perebutan gelar juara dunia.
Selepas balapan, kekecewaan mendalam tidak dapat disembunyikan oleh sang pembalap yang merasa situasi ini sudah berada di luar batas kewajaran. Dilansir dari Speedcafe, ia mengungkapkan rasa frustrasinya kepada Sky Sports F1 dengan nada getir mengenai serangkaian nasib buruk yang terus menimpanya. "Kau hampir harus tertawa. Ini sudah melampaui rasa kecewa," ujar George Russell. Ia menambahkan bahwa podium sebenarnya sudah berada di dalam genggaman melalui penampilan yang solid, meski ia mengaku sudah terlalu terbiasa dengan perasaan pahit seperti ini akibat seringnya masalah teknis terjadi.

Akibat insiden tersebut, Kimi Antonelli sukses mengamankan posisi finis kedua dan memperlebar jarak keunggulan klasemen pembalap menjadi 84 poin dengan menyisakan tujuh seri tersisa. Situasi ini kontras dengan akhir pekan sebelumnya di Azerbaijan ketika George Russell berhasil memangkas selisih poin menjadi 66 angka usai keluar sebagai pemenang. Menanggapi peluang perebutan gelar yang kian menipis, George Russell secara realistis mengakui bahwa dirinya membutuhkan keajaiban dan faktor keberuntungan besar untuk bisa membalikkan keadaan di sisa musim ini.
Kepala tim Toto Wolff turut angkat bicara dan mengonfirmasi bahwa kegagalan tersebut murni disebabkan oleh masalah unit daya pada mobil, bukan akibat periode Safety Car. Toto Wolff tidak dapat menyembunyikan kemarahannya atas performa keseluruhan tim yang kurang kompetitif serta rentetan kesialan strategi di sepanjang balapan. "Saya sangat teramat kesal. Saya tidak berada di posisi yang bahagia," tegas Toto Wolff sembari menyoroti pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan oleh pabrikan asal Jerman tersebut demi menghadapi sisa kalender balap tahun ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!