SPONSORED

Insiden Sumpah Serapah Max Verstappen di GP Singapura 2026 Bikin Sky Sports Minta Maaf

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Insiden Sumpah Serapah Max Verstappen di GP Singapura 2026 Bikin Sky Sports Minta Maaf
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen swore in the cooldown room

Penyiar televisi Sky Sports terpaksa harus mengeluarkan permohonan maaf secara terbuka kepada para penonton setelah insiden penggunaan bahasa kasar yang melibatkan Max Verstappen di ruang tunggu atau cooldown room Formula 1 Grand Prix Singapura pada Minggu. Kejadian tidak terduga ini tertangkap jelas oleh mikrofon siaran langsung ketika kamera menyorot tiga pembalap teratas sebelum mereka melangkah naik ke atas podium kemenangan.

Pembalap asal Belanda tersebut baru saja mendominasi jalannya balapan akhir pekan ini untuk mengamankan kemenangan beruntun keduanya musim ini di Marina Bay. Di belakangnya, Charles Leclerc mengekor di posisi kedua untuk Ferrari, sementara pemimpin klasemen sementara Andrea Kimi Antonelli mengamankan podium ketiga demi semakin mendekatkan diri dengan gelar juara dunia perdananya di ajang premier ini.

Namun, atmosfer perayaan pasca-balapan mendadak berubah ketika siaran langsung menangkap suara Verstappen meluapkan kekesalannya sambil meminum sebotol air. Sang juara dunia empat kali itu terdengar melontarkan kata-kata makian kasar yang langsung memicu reaksi cepat dari tim penyiaran untuk segera memotong sambungan audio demi menjaga standar penyiaran televisi publik internasional.

James Egozi Signs With LN4 Fusion for 2027 FIA F3 Season
Read AlsoJames Egozi Signs With LN4 Fusion for 2027 FIA F3 Season

Komentator senior David Croft langsung sigap menyampaikan klarifikasi di udara begitu insiden tersebut lolos ke ruang keluarga jutaan penonton di seluruh dunia. "Saya meminta maaf atas bahasa yang digunakan Max Verstappen di ruang pendinginan tadi," ujar David Croft, sebelum insiden serupa hampir terulang ketika Andrea Kimi Antonelli juga sempat meloloskan satu kata makian sebelum teknisi audio berhasil mematikan mikrofon secara total.

ADVERTISEMENT

Situasi ini kembali memicu perdebatan panjang mengenai regulasi ketat penggunaan bahasa di paddock F1 yang sebelumnya sempat menjadi sorotan tajam antara para pembalap dan FIA di bawah kepemimpinan Mohammed Ben Sulayem. Mengingat regulasi sanksi denda finansial yang telah direvisi sejak Mei 2025 lalu untuk pelanggaran di area terkontrol dan tidak terkontrol, publik kini menantikan apakah insiden di cooldown room ini akan berbuntut panjang bagi sang bintang Red Bull.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU