Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan setelah diduga menghalangi pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia. Insiden terjadi ketika Hamilton yang sedang melaju lambat di racing line tidak menyadari kehadiran Bortoleto di belakangnya menjelang Tikungan 9.
Kemarahan Bortoleto memuncak dan ia pun meluapkan kekesalannya melalui radio tim: "What the f*** is this guy doing!" Sementara itu, Hamilton berdalih tidak dapat melihat pembalap Audi tersebut karena keterbatasan pandangan di spion kanannya. "I can't see through my right mirror, so keep me up to date," ujar Hamilton melalui radio.
Race control mengonfirmasi bahwa steward akan menyelidiki insiden dugaan menghalangi (impeding) tersebut setelah FP2 berakhir. Ini merupakan kali ketiga dalam tiga pekan berturut-turut Hamilton terlibat insiden serupa, setelah sebelumnya terjadi di Madrid (Spanyol) dan Baku (Azerbaijan).

Di Grand Prix Azerbaijan, Hamilton mendapat teguran karena menghalangi Liam Lawson di FP2. Kala itu, ia menyalahkan regulasi mesin Formula 1 2026 yang baru. "Saat Anda memasuki akhir pekan, tidak ada data atau simulasi yang bisa mengatakan, oke, ketika Anda datang ke tikungan terakhir dan Anda membuka throttle penuh dan Anda memiliki 500bhp lebih sedikit daripada mobil di belakang Anda, ini adalah jarak yang Anda butuhkan sebelum mereka menyusul Anda," jelasnya.
"Jadi saya pikir ini tentang memiliki pedoman yang lebih jelas dari mereka [FIA], karena tidak ada dari kami pembalap yang ingin mendapat masalah," tambahnya.
Insiden ini menambah tekanan pada Hamilton yang tengah beradaptasi dengan Ferrari dan regulasi teknis baru. Sementara Bortoleto, yang membela Audi, menunjukkan performa kompetitif namun harus terganggu oleh insiden tersebut. Steward diperkirakan akan segera mengeluarkan keputusan, yang bisa berdampak pada posisi start Hamilton di balapan nanti.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!