Akhir pekan balapan di Marina Bay Circuit memperlihatkan sisi lain dari perjuangan keras Lewis Hamilton. Sempat tampil menjanjikan pada awal sesi kualifikasi sprint Grand Prix Singapura, sang juara dunia harus menghadapi kenyataan pahit ketika strategi internal yang ia ambil justru berbalik menjadi bumerang di SQ3.
Kesalahan memilih rencana lari atau run plan di detik-detik krusial membuat posisi start pembalap asal Inggris tersebut melorot jauh dari ekspektasi awal. Padahal, kecepatan mobil dalam dua fase sebelumnya sempat memberikan secercah harapan besar bagi garasi tim asal Maranello tersebut untuk mengamankan barisan terdepan.
"Nah, semuanya terlihat bagus di Q1 dan Q2, lalu saya tidak benar-benar tahu kemana perginya itu," ujar Hamilton selepas sesi kualifikasi sprint usai. Ia tanpa ragu mengakui bahwa keputusan tersebut murni datang dari pilihan pribadinya di atas lintasan jalan raya Marina Bay.

"Kami melakukan rencana lari yang sedikit berbeda dari yang lain; itu adalah pilihan saya, dan saya pikir kami salah melakukannya. Tetapi pada akhirnya, mobil sangat mengalami oversteer pada putaran terakhir itu," tambahnya menjelaskan detail teknis kendala keseimbangan yang merusak catatan waktunya.
Masalah kian meruncing ketika Hamilton beralih menggunakan kompon ban lunak untuk memburu catatan waktu terbaik di menit-menit akhir. Karakteristik ban soft memunculkan ketidakseimbangan grip yang ekstrem antara as roda depan dan belakang, memicu gejala oversteer yang sangat liar di tikungan-tikungan teknis sirkuit jalan raya tersebut.
"Pada ban medium, itu bagus. Hanya jauh berbeda pada ban soft. Banyak cengkeraman, tetapi hanya di bagian depan dan sama sekali tidak ada di bagian belakang. Jelas, saya memiliki kecepatan di dua sesi pertama, dan kemudian tiba-tiba saya tidak memiliki cengkeraman di bagian belakang karena suatu alasan pada putaran terakhir itu, jadi ya sudahlah," ungkapnya.
Akibat serangkaian kendala pemilihan strategi dan setup tersebut, pembalap senior berusia 41 tahun ini harus puas memulai balapan sprint dari baris ketiga grid pada posisi keenam. Sementara itu, rekan setimnya di Ferrari, yakni Charles Leclerc, berhasil mengamankan posisi start yang jauh lebih baik dengan menduduki grid ketiga di baris di depannya.
Situasi ini tentu menuntut evaluasi cepat dari para insinyur tim guna membenahi masalah stabilitas bagian belakang mobil sebelum sesi kualifikasi utama untuk balapan utama Grand Prix Singapura dilangsungkan pada hari Sabtu mendatang setelah agenda sprint selesai.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!