SPONSORED

Hadjar Kembali Gemilang, Red Bull Terkesan dengan Komunikasi Radio

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Hadjar Kembali Gemilang, Red Bull Terkesan dengan Komunikasi Radio
TO NEWS OVERVIEW
Hadjar Kembali Gemilang, Red Bull Terkesan dengan Komunikasi Radio

Isack Hadjar tidak memilih sirkuit yang mudah untuk comeback setelah cedera pergelangan tangan. Baku City Circuit, dengan tembok-temboknya yang sempit dan tikungan teknis di kota tua, adalah ujian berat. Namun, pembalap muda Prancis itu justru tampil memukau dan membawa pulang podium kedua musim ini.

Kepala tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, menyebut balapan di Azerbaijan sebagai yang terbaik bagi Hadjar sejauh ini. "Saya pikir luar biasa apa yang Isack lakukan akhir pekan ini, sungguh luar biasa," ujar Mekies kepada media setelah balapan. "Hal terpenting adalah dia langsung merasa nyaman di mobil, tidak ada rasa sakit. Itu berarti setiap kali kami bertemu dalam beberapa pekan terakhir dan memutuskan menunggu Isack kembali 100%, itulah yang terjadi."

Hadjar memang tampil tanpa cela. Setelah absen tiga balapan, ia langsung kualifikasi keempat dan finis ketiga, menambah koleksi podiumnya menjadi tiga di F1. Mekies menekankan bahwa meski tanpa rasa sakit, Baku bukan sirkuit yang mudah untuk kembali. "Dia membangun ritmenya, sesi demi sesi, dengan sangat tenang dan energi positif. Kemarin, menempatkan mobil di P4 sudah hasil yang sangat kuat. Hari ini, pace balapan yang dia tunjukkan di medium dan soft adalah sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya."

Hadjar's Stunning Return Impresses Red Bull with Radio Communication
Read AlsoHadjar's Stunning Return Impresses Red Bull with Radio Communication

Yang juga mencuri perhatian Red Bull adalah cara Hadjar berkomunikasi di radio dan bekerja sama dengan Max Verstappen. Ketika tim memintanya menyerahkan posisi kepada Verstappen, Hadjar tetap tenang meski juara dunia empat kali itu kesulitan dengan ban medium. "Dia juga balapan dengan sangat cerdas bersama Max, sangat disiplin dengan bannya," kata Mekies. "Itu memungkinkan kerja sama tim yang sangat kuat antara keduanya."

ADVERTISEMENT

Hadjar sendiri menyadari betul risiko Sirkuit Baku. "Saya harus membangun kepercayaan diri langkah demi langkah," ujarnya. "Tapi setelah latihan, saya yakin pergelangan tangan saya tidak akan menjadi penghalang." Keyakinan itu terbukti. Ia tidak hanya cepat, tetapi juga matang dalam mengambil keputusan.

Dengan performa ini, Hadjar menunjukkan bahwa ia bukan hanya pembalap cepat, tetapi juga sosok yang bisa diandalkan dalam situasi tekanan. Red Bull pun semakin yakin bahwa investasi mereka pada pembalap muda ini akan berbuah manis. Kembalinya Hadjar di Baku menjadi sinyal bahwa ia siap bersaing di level tertinggi.

Ke depan, tantangan bagi Hadjar adalah menjaga konsistensi. Jika ia mampu mempertahankan performa seperti di Azerbaijan, bukan tidak mungkin ia akan menjadi kunci bagi Red Bull dalam perebutan gelar konstruktor. Satu hal yang pasti, comeback-nya di Baku telah meninggalkan kesan mendalam bagi tim.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU