Ferrari telah menjadi "duri" yang konstan bagi Mercedes sepanjang musim Formula 1 2026 sejauh ini, dan skuad asal Maranello itu dipercaya masih bisa melanjutkan tren tersebut di paruh kedua musim. Dengan mesin berteknologi ADUO yang ditingkatkan, The Scuderia berharap dapat terus menekan rivalnya yang kini memimpin klasemen.
Dalam 11 Grand Prix pertama, Mercedes tampil dominan dengan delapan kemenangan. Andrea Kimi Antonelli memuncaki klasemen pembalap dengan keunggulan 50 poin, berkat paket mobil yang kuat dan konsisten. Namun, Ferrari tidak tinggal diam; kemenangan Lewis Hamilton di Spanyol dan Charles Leclerc di Silverstone menjaga persaingan tetap hidup.
Hamilton, yang kini duduk di posisi kedua klasemen, menunjukkan konsistensi impresif meski tertinggal 50 poin dari rekan setimnya, Antonelli. Pertanyaannya kini adalah apakah mesin B-spec Ferrari yang dibantu ADUO mampu mengimbangi iterasi sekunder milik Mercedes. Menurut juara W Series, Jamie Chadwick, Ferrari punya peluang besar.

"Mereka (Ferrari) adalah duri bagi Mercedes yang mencegah Mercedes menjauh," ujar Chadwick kepada Sky F1. "Keandalan Mercedes yang menahan mereka berarti mereka harus fokus pada hal itu, daripada hanya fokus pada performa murni. Mereka harus mencari cara membuat mobil mereka andal dan sebanding."
Ferrari dikenal memiliki keunggulan di sirkuit dengan tikungan cepat. Ini bisa menjadi senjata saat F1 kembali bergulir di Zandvoort pekan depan setelah libur musim panas. Jika performa mesin terus meningkat, bukan tidak mungkin Ferrari akan kembali naik podium dan memperketat perburuan gelar.
Dengan paruh kedua musim yang penuh tantangan, persaingan antara dua pabrikan ini diprediksi akan semakin sengit. Akankah Ferrari mampu mempertahankan momentum dan menggagalkan dominasi Mercedes? Kita tunggu aksinya di Zandvoort.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!