Mantan Principal Tim Alpine, Otmar Szafnauer, memberikan saran blak-blakan kepada Ferrari soal Charles Leclerc. Ia mendesak tim Formula 1 asal Italia itu untuk "membiarkannya tenang" di tengah sorotan atas performa pembalap asal Monako tersebut yang dinilai kurang konsisten dibandingkan rekan setimnya, Lewis Hamilton.
Musim ini, Leclerc dan Hamilton sama-sama baru meraih satu kemenangan. Namun, momentum Hamilton terlihat lebih kuat. Kini, Leclerc berada di posisi keempat klasemen pembalap, tertinggal 31 poin dari Hamilton yang duduk di posisi kedua. George Russell ada di antara mereka berdua.
Szafnauer, yang tampil di podcast High Performance Racing, menyarankan Scuderia untuk tidak membahas masalah ini secara berlebihan dengan Leclerc. "Tidak, biarkan dia. Saya tidak akan mengadakan pembicaraan, tetapi tetap mendukung," ujarnya.

"Lewis [Hamilton] di awal tahun, dan saya tidak berbicara berdasarkan fakta, hanya perasaan yang saya dapat, sedikit lebih unggul dari Leclerc dibanding sekarang," jelas Szafnauer. "Saya pikir Charles [Leclerc] telah meningkat dalam dua balapan terakhir dan mendekati level Lewis."
Memang, Leclerc tampak memperbaiki performanya dalam beberapa balapan terakhir. Sejak kemenangannya di Silverstone, performanya meningkat. Jika tim Italia itu bisa memperbaiki sisa masalah pada SF26, kedua pembalap berpeluang mengakhiri musim dengan baik.
Leclerc Dinilai 'Sedikit Tersesat'
Meski Hamilton terlihat solid dan unggul poin, keduanya hampir seimbang dalam hal podium musim ini. Hamilton memiliki satu kemenangan dan empat podium tambahan di paruh pertama musim F1. Sementara Leclerc juga punya satu kemenangan, tetapi hanya tiga podium tambahan.
Perbedaan utamanya, Hamilton belum pernah gagal finis di musim 2026, sedangkan Leclerc sudah dua kali. Di balapan lainnya, Leclerc terlihat solid, kecuali dua kali finis P8 di Miami dan Austria. Hasil terburuknya selain itu adalah P4 atau lebih baik. Hamilton, hasil terburuknya dua kali P6 di Jepang dan Miami.
Mantan insinyur balap Ferrari, Rob Smedley, juga angkat bicara. "Saya pikir ini pertama kalinya dalam waktu yang lama bagi Charles di mana rekan setimnya memiliki keunggulan signifikan," katanya.
"Charles tidak senang dengan mobilnya. Saya tahu mereka mengganti komponen sekitar sistem pengereman, jenis material, dan sebagainya, tetapi terasa dia sedikit tersesat untuk pembalap sekaliber dia," tambah Smedley. Sebelumnya, Leclerc selalu mengungguli rekan setimnya, seperti Carlos Sainz dan Sebastian Vettel. Bahkan di tahun rookie-nya di Sauber, ia finis lebih tinggi dari Marcus Ericsson.
Sekarang, Hamilton yang sangat berpengalaman menjadi tantangan nyata. Keduanya dipastikan akan terus bersaing ketat di paruh kedua musim ini. Akankah Ferrari mendengarkan saran Szafnauer untuk membiarkan Leclerc bekerja tanpa tekanan?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!