Fabio Quartararo melontarkan kritik pedas kepada para rivalnya di paddock usai menilai para pembalap MotoGP bertindak bodoh karena mengabaikan opsi ban belakang kompon keras yang justru menjadi pilihan terbaik di Sirkuit Motegi. Sepanjang akhir pekan Grand Prix Jepang, mayoritas grid memilih untuk menggunakan ban belakang kompon lunak saat sesi Sprint hari Sabtu, namun situasi berubah drastis ketika kompon tersebut terpaksa ditarik dari alokasi balapan utama hari Minggu akibat masalah overheating yang memicu chunking dan blistering di area tengah ban.
Situasi tersebut menyisakan opsi ban belakang kompon medium dan hard, di mana kompon hard sebelumnya sempat dipandang sebelah mata oleh para pembalap bahkan hingga menjelang hari balapan. Di sisi lain, pihak pemasok ban resmi Michelin sempat memperingatkan bahwa penggunaan kompon medium akan menghadirkan risiko tersendiri setelah melihat data dari sesi Sprint, memaksa seluruh kontestan untuk mencoba kompon hard pada sesi Warm Up sebelum akhirnya kompak memakainya saat balapan utama.

Menanggapi dinamika pemilihan ban tersebut, pebalap andalan Yamaha Factory Racing ini tidak bisa menyembunyikan rasa herannya terhadap keputusan awal para rival yang langsung mencoret ban hard dari daftar pertimbangan mereka. Menurutnya, ban tersebut tidak hanya menawarkan daya tahan yang lebih baik, tetapi juga memberikan stabilitas superior saat motor keluar dari tikungan sempit di mana gejala pumping biasanya kerap mengganggu ritme balap.

Dalam komentarnya usai merampungkan balapan di Jepang, pembalap asal Prancis itu secara terbuka menyatakan bahwa keputusan paddock mengabaikan ban tersebut merupakan sebuah kekeliruan besar. Ia menilai bahwa untuk kebutuhan time attack sekalipun, opsi kompon hard sebenarnya memberikan traksi yang lebih stabil dibandingkan kompon lunak yang sempat mendominasi sesi awal.

Di balik perdebatan soal pemilihan ban, masalah klasik terkait konsumsi bahan bakar yang sempat menghantui penampilannya di Misano beberapa pekan lalu kembali muncul di Motegi. Sirkuit Motegi yang terkenal memiliki karakter stop-and-go yang menguras bahan bakar memberikan tantangan ekstra bagi Monster Energy Yamaha, memaksa sang juara dunia 2021 tersebut untuk melakukan manajemen throttle secara ekstrem sejak fase awal balapan demi bisa mencapai garis finis.
Kendati harus mengorbankan kecepatan puncaknya di beberapa sektor lurus demi menghemat bahan bakar, ia tetap mengambil sisi positif dari performa balapnya akhir pekan ini. Meskipun mengakui bahwa masalah tersebut datang jauh lebih cepat dari perkiraan tim, fokus utamanya tetap pada kualitas pengendalian motor yang dinilai sudah berada di jalur yang tepat sepanjang Grand Prix Jepang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!