Fabio di Giannantonio harus mengubur impiannya meraih hasil maksimal setelah mengalami masalah teknis yang mengerikan pada ban depan motornya dalam balapan utama MotoGP Indonesia. Pembalap tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team tersebut tampil kompetitif sepanjang akhir pekan di Sirkuit Mandalika, termasuk mengamankan posisi start barisan depan dan naik podium ketiga pada sesi Sprint race sehari sebelumnya.
Memasuki balapan utama yang menempuh 27 putaran, pembalap asal Italia itu sempat turun ke posisi keenam pada fase awal perlombaan. Namun, ritme balapnya mulai menunjukkan peningkatan signifikan ketika balapan memasuki putaran ke-12, memperlihatkan kecepatan mumpuni untuk kembali bertarung di barisan depan menghadapi dominasi motor pabrikan lainnya.
Bencana bermula ketika ia mendekati Tikungan 10 dan tiba-tiba mengalami kunci roda depan yang masif, diikuti oleh getaran parah pada bagian kemudi motor Desmosedici miliknya. Usai melintasi garis finis di posisi kedelapan, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap kerusakan fatal berupa lubang pada permukaan ban depan yang digunakan.

"Ban depan mulai hancur dan kami mengalami getaran besar, kami sangat beruntung tidak mengalami kecelakaan dan bisa menyelesaikan balapan," ujar di Giannantonio menjelaskan insiden mencekam tersebut kepada media. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada peringatan dini sama sekali sebelum masalah ban tersebut muncul secara mendadak di tengah usahanya meningkatkan kecepatan.
Kendati harus puas finis di posisi kedelapan dan tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP di antara dua pembalap Ai Ogura serta Raul Fernandez, sang pembalap tetap mengambil sisi positif dari performa impresifnya sepanjang akhir pekan di Mandalika.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!