Menjelang Grand Prix Belanda 2026 yang menjadi penutup era sirkuit Zandvoort di Formula 1, para pembalap kompak mengungkapkan kesedihan mereka. Sirkuit yang dikenal dengan bukit pasirnya ini akan segera hilang dari kalender F1 setelah enam tahun menjadi tuan rumah.
Fernando Alonso dan rekan-rekannya mengakui bahwa Zandvoort adalah salah satu sirkuit terbaik yang pernah mereka taklukkan. Meski sempit dan kuno, sirkuit ini menawarkan tantangan unik yang tidak ditemukan di sirkuit lain. Tikungan Hugenholtzbocht dengan garis luar yang lebar serta Scheivlak yang super cepat menjadi favorit para pembalap.
Kehadiran Zandvoort di kalender F1 merupakan buah dari popularitas Max Verstappen yang luar biasa. Sejak 2021, sirkuit ini menjadi saksi dominasi pembalap Red Bull itu di hadapan penggemar setianya. Sayangnya, setelah musim ini, sirkuit yang terletak di tepi Laut Utara itu harus mengucapkan selamat tinggal.

Keputusan Zandvoort untuk tidak memperpanjang kontrak dengan F1 diambil karena ketiadaan dukungan pemerintah. Berbeda dengan tuan rumah lain, Zandvoort harus menanggung sendiri risiko finansial. Dengan popularitas F1 yang dianggap sudah jenuh di Belanda, pengelola memilih berhenti di puncak kejayaan.
Oscar Piastri, pemenang GP Belanda tahun lalu, mengaku sedih dengan kepergian ini. "Akan sangat disayangkan. Sebagai sirkuit untuk dikendarai, ini salah satu yang terbaik sepanjang tahun. Namun, untuk balapan, mungkin tidak terlalu menarik dan logistiknya juga sempit," ujarnya.
Para pembalap berharap sirkuit bersejarah seperti Imola atau Spa tetap dipertahankan. Jika Zandvoort digantikan oleh sirkuit jalan raya baru yang kurang menantang, mereka khawatir kalender F1 akan kehilangan karakter. Zandvoort memang terakhir kalinya akan menjadi tuan rumah akhir pekan ini, meninggalkan kenangan manis bagi semua yang pernah berlaga di sana.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!