Masalah rem yang menghantui Marc Marquez di MotoGP Austria diklaim telah teratasi. Ducati menegaskan insiden tersebut tidak akan terulang, meski enggan membeberkan detail teknisnya. Pernyataan ini disampaikan menjelang MotoGP Jepang di Motegi, di mana Marquez dituntut tampil maksimal untuk menjaga peluang juara.
Dua pekan lalu di Red Bull Ring, Marquez hanya finis kelima setelah mengalami masalah pada rem depan. Pebalap Spanyol itu bahkan mengaku beruntung bisa menyelesaikan balapan. Akibatnya, ia kehilangan 12 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin, yang finis kedua di Austria. Kini, Marquez berada di posisi sulit dengan selisih poin yang melebar.
Davide Tardozzi, manajer tim Ducati, menyatakan bahwa penyebab masalah telah diidentifikasi dan solusi telah diterapkan. "Kami sekarang tahu apa yang terjadi, dan kami sudah mengatasinya sehingga tidak akan terjadi lagi," ujarnya kepada media resmi MotoGP. "Kami sangat berharap ini tidak terulang. Tapi kami menatap ke depan."

Meski demikian, Tardozzi mengakui Austria adalah peluang yang terbuang. Namun, ia menegaskan bahwa dalam 22 balapan, selalu ada sirkuit yang kurang cocok dengan motor mereka. "Kami tahu di sisa musim ini akan ada trek yang tidak menguntungkan bagi motor kami," tambahnya. "Tapi kami juga tahu Marc akan menyerang mulai dari Motegi ini."
Motegi menjadi krusial karena Marquez harus meraih kemenangan untuk menjaga asa juara. Terlebih lagi, balapan berikutnya di Indonesia diprediksi akan menyulitkan Ducati. Kembalinya ban belakang dengan karkas lebih keras dari Michelin disebut akan membuat performa motor kurang kompetitif. Selain itu, Marquez belum pernah finis di balapan utama Mandalika.
Menghadapi situasi ini, Tardozzi menegaskan target tim tetap sama: podium. "Di Jepang, kami akan berusaha keras untuk berada di depan lawan, tapi target kami seperti balapan lain, yaitu podium," jelasnya. "Di Indonesia, kami akan mencoba yang terbaik. Kami tahu pembalap lain akan lebih cepat, tapi kami tahu Marc kadang melakukan sesuatu yang menarik."
Dengan tekanan yang meningkat, Marquez dituntut untuk bangkit. Kegagalan di Austria tidak boleh terulang jika ingin menantang Martin dan pebalap lain dalam perebutan gelar. Ducati pun berharap perbaikan rem ini menjadi titik balik. Kini, mata dunia tertuju ke Motegi, di mana Marquez harus membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing di puncak.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!