SPONSORED

Christian Horner Ungkap Alasan Pemecatan Pahit di Red Bull F1 2025

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Christian Horner Ungkap Alasan Pemecatan Pahit di Red Bull F1 2025
TO NEWS OVERVIEW
Christian Horner Ungkap Alasan Pemecatan Pahit di Red Bull F1 2025

Lebih dari satu tahun setelah kepergiannya yang kontroversial dari pitwall Red Bull Racing pada Juli 2025, mantan prinsipal tim Christian Horner akhirnya buka suara mengenai situasi di balik pemecatannya. Dalam wawancara eksklusif bersama media, eksekutif berusia 52 tahun tersebut menegaskan bahwa pergeseran kekuasaan korporat pasca-wafatnya pendiri miliarder Red Bull, Dietrich Mateschitz, menjadi akar utama dari akhir kepemimpinannya yang telah berjalan selama dua dekade.

Christian Horner Red Bull Racing
Christian Horner, Red Bull Racing. Photo by: Simon Galloway / LAT Images via Getty Images

Meskipun sukses mengantar Red Bull mendominasi Formula 1 melalui era Sebastian Vettel dan berlanjut ke masa kejayaan Max Verstappen dengan raihan enam gelar konstruktor serta delapan titel pembalap, Horner menyebut kepemimpinan baru asal Austria mendepaknya tanpa alasan konkret. Ia merasa pihak manajemen baru menganggap terlalu banyak kendali berada di tangannya, meski manajemen tidak pernah memberikan penjelasan resmi secara mendalam saat pemutusan kontrak terjadi.

Horner juga secara tegas membantah berbagai rumor di paddock yang menyebutkan bahwa gesekan internal dengan juara dunia Max Verstappen atau ayahnya, Jos Verstappen, menjadi pemicu utama di balik kejatuhannya. Menurutnya, keputusan tersebut murni merupakan kebijakan korporasi penuh dari struktur petinggi Red Bull yang berubah drastis setelah kepergian Mateschitz pada akhir tahun 2022 lalu.

Pierre Wache Admits Red Bull Engine Reached Only Half Its F1 Potential
Read AlsoPierre Wache Admits Red Bull Engine Reached Only Half Its F1 Potential

Tragedi pemecatan ini dirasakan secara sangat personal karena terjadi hanya beberapa hari setelah mantan pasangan sekaligus ibu dari putrinya, Beverley Allen, meninggal dunia akibat pertempuran melawan kanker mata. Di tengah proses berduka yang mendalam dan kontribusinya dalam membangun divisi Red Bull Powertrains, Horner mengaku cara pemecatannya terasa sangat kejam, dingin, dan menyakitkan untuk dicerna dalam waktu singkat.

ADVERTISEMENT

Menutup pernyataannya, Horner menyindir rezim kepemimpinan baru Red Bull di bawah arahan Oliver Mintzlaff dan penggantinya di pitwall, Laurent Mekies, dengan menyatakan bahwa nilai loyalitas serta keanggunan dalam berbisnis kini mulai memudar di lanskap modern Formula 1. Dilansir dari Motorsport.com, Horner merasa sejarah telah berulang dan tidak semua tim memperlakukan figur penting mereka dengan cara yang manusiawi.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU