Kegagalan teknis yang memalukan terjadi pada putaran formasi balapan Formula 1 ketika Carlos Sainz dan para pembalap lainnya harus menghadapi masalah software yang membingungkan. Kritik terhadap regulasi baru yang kompleks kini semakin deras mengalir setelah parameter perangkat lunak, yang berpadu dengan unit daya hybrid 50/50, mengalami kegagalan fungsi yang sangat aneh di tengah lintasan.
Dengan daya baterai mobil yang tereduksi hingga 100kW, sejumlah pembalap mendadak kehilangan tenaga di belakang Safety Car. Situasi pelik ini semakin diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem berupa guyuran hujan deras yang menguji mental serta ketahanan teknis seluruh kontestan di atas lintasan.
Selepas balapan usai, pihak FIA memberikan penjelasan resmi bahwa insiden tersebut sebagian disebabkan oleh minimnya pengujian di lintasan basah. Hujan deras jelang balapan di Sepang bahkan menjadi satu-satunya indikasi nyata cuaca basah yang dialami sepanjang musim berjalan sejauh ini, memicu berbagai keluhan dari para punggawa grid.

Pembalap Williams tersebut secara terbuka melayangkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang merancang regulasi anyar ini. Menurutnya, kerumitan sistem rem serta perpindahan daya yang instan membuat era regulasi modern ini menjadi terlalu sulit untuk dikuasai oleh para pembalap maupun pabrikan mesin.
"Saya pikir semua orang harus mengevaluasi diri secara serius dan melihat bagaimana kita bisa berakhir dalam situasi seperti ini," ujar pembalap asal Spanyol itu kepada awak media, sebagaimana dilansir dari Motorsport Week. Ia menambahkan bahwa kompleksitas pengereman dan unit daya saat ini menuntut terlalu banyak kontrol digital yang rentan mengalami disfungsi teknis.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!