Rafael Camara resmi mengambil alih puncak klasemen Formula 2 2026 setelah serangkaian drama di Baku. Pebalap Ferrari Driver Academy itu memanfaatkan Jumat yang buruk bagi rival utamanya, Nikola Tsolov, untuk merebut posisi teratas. Kini Camara mengoleksi 207 poin, unggul tujuh angka atas Tsolov yang harus puas turun ke peringkat kedua dengan 200 poin.
Bagi Tsolov, akhir pekan di Sirkuit Kota Baku menjadi mimpi buruk. Pebalap Bulgaria itu kehilangan poin berharga setelah insiden di sesi kualifikasi dan balapan. Padahal, sebelum tiba di Azerbaijan, ia nyaman memimpin klasemen. Kini keunggulannya sirna, dan tekanan beralih ke pundaknya. Nikola Tsolov masih punya peluang, tetapi selisih tujuh poin terasa tipis mengingat sisa musim yang penuh ketidakpastian.
Alexander Dunne juga tidak bisa diabaikan. Pebalap Rodin itu kembali ke jalur kemenangan di Feature Race pertama di Baku, dan hampir saja meraih kemenangan ganda andai tidak terkena penalti waktu. Kini ia mengumpulkan 189 poin, terpaut 18 angka dari Camara. Dengan performa apik di sirkuit jalanan, Dunne membuktikan bahwa ia masih ancaman serius dalam perebutan gelar.

Pertanyaan besar kini menyelimuti kelanjutan musim. FIA belum memberikan pernyataan resmi mengenai keamanan penyelenggaraan balapan di Qatar dan Uni Emirat Arab, dua putaran terakhir F2. Konflik di Timur Tengah membuka kemungkinan pembatalan, dan belum ada informasi apakah balapan akan dipindahkan atau musim diakhiri lebih awal. Jika musim berhenti sekarang, Camara berhak atas gelar. Namun, kepastian masih menunggu.
Sementara itu, persaingan di klasemen tim juga memanas. Campos Racing masih memimpin dengan keunggulan 36 poin atas Invicta Racing. Meski Tsolov gagal menambah poin maksimal, Campos tetap kuat berkat konsistensi pembalapnya. Invicta, di sisi lain, tengah menikmati momentum setelah Camara tampil gemilang. Perebutan gelar konstruktor akan sangat bergantung pada keputusan akhir mengenai balapan tersisa.
Di belakang tiga besar, persaingan tetap ketat. Gabriele Mini dari MP Motorsport berada di posisi keempat dengan 163 poin, diikuti Dino Beganovic (DAMS) dengan 137 poin. Martinius Stenshorne (Rodin) dan Joshua Durksen (Invicta) sama-sama mengoleksi 90 poin, sementara Kush Maini (ART Grand Prix) dan Laurens Van Hoepen (Trident) juga mengumpulkan 90 poin. Dengan beberapa balapan tersisa, posisi di lima besar masih bisa berubah.
Menariknya, sejumlah nama beken menghuni papan tengah. Oliver Goethe (MP Motorsport) berada di urutan ke-15 dengan 37 poin, disusul Roman Bilinski (DAMS) dengan 36 poin. Sebastian Montoya (Prema) mengoleksi 30 poin, sementara Emerson Fittipaldi Jr. (AIX Racing) memiliki 28 poin. Colton Herta (Hitech) mengumpulkan 26 poin, dan Nicolas Varrone (Van Amersfoort) 15 poin. Cian Shields (AIX Racing) dan Hiyu Yamakoshi (Van Amersfoort) melengkapi daftar dengan 10 dan 2 poin.
Dengan ketidakpastian jadwal, setiap poin menjadi sangat berharga. Camara saat ini di posisi terdepan, tetapi Tsolov dan Dunne belum menyerah. Apakah musim akan berlanjut? Kita tunggu keputusan FIA. Yang jelas, drama di Baku telah mengubah lanskap kejuaraan secara dramatis.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!