Martin Brundle akhirnya buka suara soal rumor yang mengaitkan Christian Horner dengan kursi team principal Ferrari. Dalam siaran Sky Sports F1 di Bahrain, Brundle mengaku sempat menelepon Horner untuk mengonfirmasi langsung isu yang tengah panas.
"Saya meneleponnya dan dia bilang, 'Saya hanya bersikap sopan dan hormat tentang Ferrari dalam sebuah wawancara, lalu berkembang jadi begini," ujar Brundle menirukan Horner. Mantan pembalap itu pun menyoroti dinamika menarik jika Horner benar-benar ke Ferrari, mengingat sejarah panjangnya dengan Lewis Hamilton sejak 2021.
Horner, yang dipecat dari Red Bull setelah GP Inggris tahun lalu, dikabarkan tengah mencari jalan kembali ke F1 setelah 15 bulan absen. Namun, Brundle menilai pergantian pemimpin tim bukan solusi instan. "Tidak ada gunanya terus mengganti personel kunci, seperti yang kita lihat di sepak bola," tegasnya.

Sementara itu, Fred Vasseur menyerukan persatuan di Ferrari. Jumat lalu di Malaysia, ia menegaskan bahwa saling menyalahkan adalah kesalahan besar. "Di saat baik, kami menang bersama. Di saat buruk, kami menderita bersama. Saya tidak mau menyalahkan individu tertentu," kata Vasseur.
Vasseur juga menyoroti awal musim yang positif meski belakangan performa menurun. Ia berharap pengembangan mobil bisa membawa Ferrari kembali ke jalur persaingan. "Kami ingin menang lebih banyak dan meraih gelar. Kami sedang berjuang, tapi berharap segera bangkit," tambahnya.
Rumor ini mencuat di tengah tekanan yang dihadapi Vasseur. Brundle pun menyebut menjadi team principal Ferrari sebagai pekerjaan terbaik sekaligus terburuk di F1. "Tekanannya luar biasa, kurvanya kadang vertikal antara dianggap hebat atau tidak berguna," ujarnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Ferrari mengenai masa depan Vasseur. Yang jelas, spekulasi ini akan terus menjadi bahan perbincangan di paddock sampai ada kejelasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!