Musim panas di Formula 1 biasanya identik dengan mesin yang mendingin dan 'silly season' yang memanas—negosiasi perpindahan pembalap sering kali menenggelamkan diskusi teknis soal mobil dan mesin. Namun, Alpine tampak tenang, setidaknya untuk posisi pembalap utama mereka, Pierre Gasly. Pembalap asal Prancis itu adalah satu dari sedikit nama di grid yang memiliki kontrak tidak hanya sampai 2027, tetapi juga 2028.
Kepercayaan penuh dari tim pabrikan asal Enstone ini bukan tanpa alasan. Meski Gasly belum pernah benar-benar memiliki mobil yang mampu bersaing di papan atas sepanjang kariernya—kecuali enam bulan pertamanya di Red Bull pada 2019 yang nyaris menghancurkan kariernya—Alpine melihat potensi besar dalam diri pembalap berhelm #10 tersebut.
Dalam wawancara panjang dengan podcast The Race Business, bos Alpine, Flavio Briatore, berbicara tentang Gasly dan masa depan tim. Ia menegaskan bahwa masalah pembalap bukanlah prioritas utama saat ini. “Saat ini prioritas saya adalah membangun tim balap. Itu prioritas. Setelah itu, saya pikir pembalap yang kami miliki sudah bagus. Kalau bicara pembalap papan atas, saya yakin Pierre ada di antara enam besar terbaik,” ujar Briatore. “Sekarang kami hanya butuh mobil yang lebih baik, dan kepercayaan yang lebih besar pada orang-orang di pabrik.”

Bagi Briatore, yang telah memenangkan gelar bersama legenda seperti Michael Schumacher dan Fernando Alonso, peran pembalap baru menjadi krusial ketika seluruh tim sudah berada di level terbaiknya. “Pembalap menjadi penentu ketika selisih dua atau tiga persepuluh detik membuat perbedaan besar. Tapi kenapa tidak Pierre? Kenapa bukan pembalap yang kami punya? Hal yang sama berlaku untuk Franco (Colapinto). Dia masih muda, masih tahap awal di F1, dan dari tahun lalu ke tahun ini dia meningkat 100%. Kita tidak bisa tahu bagaimana perkembangan seorang pembalap muda. Kita lihat saja nanti.”
Salah satu keputusan penting dalam sejarah tim Enstone adalah perpindahan dari power unit Renault ke Mercedes. Keputusan ini sempat kontroversial, tetapi Briatore membelanya dengan tegas. “Dalam skala nol sampai sepuluh, sekarang kami berada di sekitar enam setengah, dan semakin maju, semakin sulit. Tapi kami punya hubungan yang sangat baik dengan Mercedes. Kami punya power unit Mercedes dan itu mengubah sensasi bagi semua orang di sini. Kami tahu bahwa setidaknya dalam satu aspek, kami berada di level terbaik yang mungkin.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!