Pembalap Yamaha Alex Rins mengungkapkan sebuah penyesalan unik terkait perombakan radikal format akhir pekan MotoGP yang dijadwalkan mulai berlaku pada musim 2027 mendatang. Menjelang rangkaian GP Indonesia pekan lalu, pihak kejuaraan resmi mengumumkan format baru yang bakal mengintegrasikan sesi kualifikasi sprint demi menyuguhkan tontonan yang jauh lebih dinamis bagi para penggemar balap motor.
Perubahan besar ini dirancang untuk merombak total struktur akhir pekan balap kelas premier. Nantinya, para pembalap akan melibas total durasi latihan selama 75 menit pada hari Jumat yang terbagi ke dalam dua sesi penting, kemudian dilanjutkan dengan sesi kualifikasi grup berdurasi 15 menit guna menentukan posisi start balapan sprint. Format ini praktis memodifikasi cara kerja paddock secara keseluruhan demi efisiensi waktu dan peningkatan tensi kompetisi sejak hari pertama.
Memasuki hari Sabtu, seluruh pembalap wajib melalui sesi Q1 di mana 12 catatan waktu tercepat berhak melaju ke Q2 untuk memperebutkan grid balapan utama hari Minggu. Sementara itu, sesi pemanasan atau warm-up berdurasi 10 menit yang biasanya digelar pada Minggu pagi resmi ditiadakan dari buku regulasi. Keputusan menghapus sesi pemanasan inilah yang menjadi pusat perhatian utama bagi Alex Rins sepanjang karier panjangnya di kejuaraan dunia.

Sepanjang berkarier di kancah grand prix sejak kelas ringan hingga premier, pembalap asal Spanyol tersebut mengaku kerap mengeluhkan sesi pemanasan pagi karena dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi performa di atas lintasan. "Satu-satunya penyesalan yang saya miliki adalah hampir sejak saya bergabung dengan Kejuaraan Dunia MotoGP pada 2012, pada 2013 saya mengeluh kepada tim saya, 'Ah, pemanasan, pemanasan, itu tidak ada gunanya'. Dan setiap tahun itu bahkan semakin menuntut, setiap tahun di Moto2, Moto3, MotoGP," ujar Rins di Indonesia. Ia bahkan sempat berniat melewatkan sesi tersebut karena tubuh pembalap hanya mendapatkan tambahan beban stres tanpa hasil krusial.
Meski menyayangkan penantian panjang tersebut hingga dirinya harus meninggalkan kejuaraan di akhir musim ini, ia menilai arah regulasi baru tersebut terlihat cukup menarik dan sekilas menyerupai format yang diterapkan pada ajang Formula 1 di bawah kepemilikan Liberty Media. Perubahan pendekatan akhir pekan ini diyakini akan menuntut adaptasi tinggi dari para pembalap berpengalaman seperti Marc Marquez dalam mengatur strategi di garasi tim masing-masing.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!