Alex Rins memberikan penjelasan mendalam terkait insiden emosional yang melibatkan dirinya dengan seorang marshal lintasan pada hari Jumat di Grand Prix Indonesia. Pembalap pabrikan Yamaha tersebut sempat terekam kamera mengacungkan jari tengah setelah mengalami kecelakaan di tikungan terakhir dan tertahan di area trek.
Peristiwa bermula ketika Rins terjatuh dan berniat segera kembali ke area paddock untuk melanjutkan program kerjanya. Di sana, ia mendapati beberapa sukarelawan lintasan yang bersiap dengan skuter penyelamatan, namun situasi dengan cepat berubah menjadi rumit dan memicu ketegangan di antara para petugas.
Situasi bertambah pelik karena terjadi perdebatan di antara para marshal sendiri yang kebingungan mengenai prosedur evakuasi pembalap. Rins sempat menaiki salah satu skuter, namun di tengah jalan ia diturunkan begitu saja sebelum sampai di garasi tim yang membuatnya merasa frustrasi di bawah tekanan tensi tinggi akhir pekan balap.

Menanggapi insiden tersebut setelah sesi sprint hari Sabtu, Rins menceritakan detail kejadian secara langsung. Dilansir dari Crash.net, ia berkata, "Ini sangat aneh. Sangat aneh, karena saya mengalami kecelakaan di tikungan terakhir. Ada dua atau tiga marshal di sana, siap dengan skuter. Dan mereka saling berdebat, 'Ikut saya, tidak ikut saya'. Jadi, saya melompat ke atas satu motor. Dia melaju ke trek lurus utama lalu meninggalkan saya di sana."
Lebih lanjut, pembalap asal Spanyol itu menambahkan kebingungannya saat diminta masuk ke dalam mobil alih-alih diantar langsung ke garasi tim. "Lalu saya bilang, 'Tidak, tidak, ke pit box!'. Dia bilang, 'Masuk ke mobil'. Dan saya bilang, 'Tidak, Anda harus membawa saya ke pit box'. Lalu ada dua marshal di sana yang bilang, 'Pergi ke pit box'. Dan dia bilang, 'Tidak, tidak'. Dan dalam momen menegangkan ini, saya mengacungkan jari tengah kepadanya. Saya meminta maaf, karena itu bukan gestur yang bagus," ujar Rins.
Meski sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar muda yang menyaksikan kejadian tersebut, Rins memastikan bahwa dirinya tidak lepas tangan dan langsung menghadap pengawas balap FIM. Ia menegaskan bahwa FIM stewards menerima penjelasannya bahwa insiden ini murni akibat kesalahpahaman komunikasi di lapangan.
"Kami sempat mengobrol singkat. Ini hanya sebuah kesalahpahaman. Tentu saja, ini pertama kalinya hal itu terjadi. Para pengawas balap juga terkejut. Sangat aneh," pungkas Rins yang lolos dari hukuman berat setelah insiden unik di Sirkuit Mandalika tersebut.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!