Ai Ogura kembali ke Sirkuit Motegi untuk Grand Prix Jepang dengan misi ganda: tampil maksimal di depan publik sendiri sekaligus membuktikan bahwa cedera tangan yang memaksanya absen di Aragon dan Misano tak lagi jadi penghalang. Pebalap Trackhouse Aprilia itu kini dalam proses pemulihan setelah operasi patah tulang dekat ibu jari kiri, dan telah kembali ke lintasan di Red Bull Ring dengan dua finis keempat yang menjanjikan.
Namun, Ogura tak mau larut dalam euforia. Baginya, balapan di Motegi tahun ini punya makna berbeda. Ia mengaku belum sepenuhnya nyaman dengan motor MotoGP di trek yang bersejarah itu. “Kualifikasi saya berakhir di Q1 tahun lalu, jadig di motor Moto2 saya cukup kuat di Motegi, tapi belum di motor MotoGP,” ujarnya jujur. Pernyataan ini menjadi cerminan betapa adaptasi dari Moto2 ke MotoGP masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di sirkuit yang menuntut keseimbangan antara pengereman keras dan aliran tikungan.
Meski demikian, rekam jejak Ogura di Motegi bersama Moto2 tak bisa dipandang sebelah mata. Ia naik podium dalam tiga penampilan terakhirnya di kandang sendiri, termasuk kemenangan pada 2022 dan runner-up pada 2023 serta 2024. Kini, dengan statusnya sebagai pebalap MotoGP, ia bertekad mengulang kesuksesan serupa. “Saya senang berada di Jepang tentu saja, tapi di atas motor – di mana pun saya berada – saya selalu memberikan 100%,” tegasnya.

Salah satu faktor yang bisa menguntungkan Ogura adalah cuaca panas. Pebalap kelahiran Saitama itu mengaku lebih suka balapan dalam kondisi terik. “Semua pebalap MotoGP punya cukup pengalaman, bahkan di sirkuit GP Asia, jadi saya tidak berpikir ini bisa menjadi keuntungan bagi saya. Tapi akan ada banyak balapan panas, yang merupakan sesuatu yang saya sukai – jadi kondisi panas bisa menjadi keuntungan bagi saya,” jelasnya. Sayangnya, panas ekstrem lebih mungkin terjadi di Mandalika dan Sepang ketimbang Motegi dan Phillip Island.
Di sisi lain, tim Trackhouse Aprilia tengah berjuang mengembalikan performa terbaik. Manajer tim Davide Brivio menyadari tekanan yang dihadapi Ogura di hadapan penggemar sendiri. “Jepang adalah balapan penting bagi tim karena ini adalah balapan kandang bagi Ai. Kami senang mendapat kesempatan mengembalikannya sebelum balapan ini, di Austria, sebagai persiapan yang baik. Kami tahu akan ada banyak perhatian pada Ai dan kami akan berusaha memberikan dukungan terbaik,” kata Brivio.
Rekan setim Ogura, Raul Fernandez, juga menghadapi tantangan tersendiri. Sejak kemenangan di Silverstone, Fernandez belum kembali ke podium. “Sirkuitnya sangat bagus. Mirip dengan Misano tapi tingkat grip di sini sedikit lebih tinggi, yang membuat saya lebih menikmati mengendarai motor,” ujar Fernandez. Ia menyebut tikungan enam, tujuh, delapan, dan sepuluh sebagai bagian favoritnya, meski tikungan 11 dianggap paling sulit karena membutuhkan pengereman telat dan persiapan keluaran yang matang.
Brivio menambahkan, “Kami datang dari beberapa balapan sulit bersama Raul, tapi biasanya tur Asia adalah sesuatu yang positif, jadi kami berharap bisa membalikkan tren dengannya.” Fernandez saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen, tertinggal 19 poin dari Ogura yang turun ke posisi keenam. Sebelum cedera, Ogura telah mengoleksi enam podium dari delapan balapan, sebuah sinyal bahwa potensinya di MotoGP tak perlu diragukan.
Dengan sisa musim yang kian krusial, Motegi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Ogura. Tak hanya soal hasil akhir, tetapi juga bagaimana ia mengatasi tekanan, kondisi fisik, dan ekspektasi publik. Jika ia mampu tampil kuat, bukan tidak mungkin ia mengakhiri musim dengan modal berharga sebelum bergabung dengan tim pabrikan Yamaha pada 2027.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!