Pedro Acosta menegaskan dirinya tidak sedang memikirkan perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Pembalap KTM itu justru menargetkan finis di lima besar pada setiap balapan, dan podium menjadi bonus yang ia syukuri. Pernyataan ini muncul setelah ia tampil impresif pada sesi latihan bebas hari Jumat di Motegi, Jepang.
Acosta menorehkan waktu tercepat kedua, hanya terpaut 76 milidetik dari rekor yang dibukukan Alex Marquez. Dengan hasil tersebut, ia memastikan tempat di Q2 dan siap bersaing memperebutkan kemenangan pada balapan akhir pekan ini. Sensasi di atas motor pun ia gambarkan sangat positif, bahkan menyamai perasaan yang ia alami pada 2024 silam.
“Saya sangat senang, motor berjalan sangat baik, semuanya berjalan baik. Sensasinya sangat mirip dengan 2024. Saya jauh lebih baik dibanding 2025, jadi saya sangat senang,” ujar pembalap yang dijuluki ‘Tiburon de Mazarron’ itu. Ia juga memuji kerja keras tim yang telah menemukan basis motor yang kuat sejak empat balapan awal musim ini.

Menariknya, Acosta menyoroti perbedaan karakter sirkuit Motegi setelah diaspal ulang. “Salah satu perbedaan terbesar adalah aspal baru bekerja dengan cara berbeda dan bannya juga berbeda. Namun, dalam hal manajemen ban, jika Anda menganalisis sepanjang musim, kami jauh lebih baik dari tahun lalu,” jelasnya. Ia yakin keunggulan ini akan membantunya menghadapi sisa musim dengan lebih kompetitif.
Melihat kalender ke depan, Acosta mengakui tidak semua sirkuit cocok untuknya. “Biasanya di Indonesia saya cukup cepat. Tapi Bezzecchi jelas yang tercepat tahun lalu dengan selisih besar. Lalu kami ke Australia, di mana biasanya saya sedikit kesulitan; itu bukan sirkuit terbaik saya. Tapi saya berharap tahun ini, dengan penurunan performa ban yang lebih kecil, kami bisa membaik,” paparnya.
Meski masih ada beberapa balapan tersisa, Acosta enggan berandai-andai soal gelar. “Saya masih jauh. Artinya, pada akhirnya banyak kesalahan terjadi. Target saya adalah bertahan di lima besar setiap balapan dan jika saya bisa naik podium di salah satunya, itu sudah bagus. Saya rasa ini musim dengan podium terbanyak yang pernah saya raih,” pungkasnya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk membalas kepercayaan KTM dengan hasil terbaik.
Dengan pendekatan satu balapan demi satu balapan, Acosta membuktikan kedewasaannya sebagai pembalap muda. Fokus pada performa ketimbang tekanan gelar bisa jadi kunci untuk terus tampil konsisten hingga akhir musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!